CUT LAURA QAUSA RINA



                Bukan Detinasi,Tapi kualitas


      MENJADI istri  dari seorang polisi, Cut Laura Qausarina paham benar apa yang menjadi  kosekuensinya. Ketika orang lain tengah bersantai dan berlibur,dirinya harus ikhlas mendampingi suami karena kesibukan yang semakin padat. Namun demikian, Cut laura sama sekali tidak menyesali keputusannya.

       Wanita kelahiran 13 November 1985 ini memang banyak disibukkan dengan segudang aktifitas. Disamping mendampingi suami, Laura juga aktif sebagai ketua Bhayangkari Jember. Tak heran jika dirinya ditutut untuk bisa menyeimbangkan aktifitasnya diluar dengan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu.

      Tak ada strategi  khusus yang diterapkan Laura. Dia hanya mengatur waktunya sedemikian rupa sehingga tak ada kegiatan yang saling tumpang tindih.  “Biasanya saya bangun lebih pagi,menyiapkan segala sesuatunya. Setelah tenang, anak-anak berangkat sekolah dan suami berangkat kerja,  baru saya mempersiapkan untuk diri saya sendiri apa saja yang akan  saya lakukan hari ini,” paparnya
.
       
Begitu pula di penghujung hari, ibu dari dua anak ini sebisa mungkin  meluangkan waktu untuk buah hatinya, misalnya dengan  menemani belajar.  ” Tentunya juga menyambut suami pulang kerja,” imbuhnya.

     Kalau harus keluar kota  dalam rangka bertugas sebagai ketua Bhayangkari, Laura akan ‘menebus’ hari-hari sibuknya setelah tiba dirumah. Ini sudah  menjadi prinsip yang dia pegang sejak menikah.  “Setelah saya pergi ke luar kota,  pulang-pulang pasti rumah berantakan. Saya selesaikan dulu semuanya dirumah, baru saya beraktifitas lagi” selorohnya.

       Kesibukannya dan suami menjadikan Laura tidak memiliki waktu  khusus untuk berlibur. Jika ada waktu luang , sebisa mungkin  dia mengajak suami dan anak-anaknya menghabiskan waktu bersama-sama.  “Gak pelu jauh-jauh. Bagi saya yang paling penting  bukan destinasinya tapi quality timenya ,” tegasnya.

     Dengan aktifitas yang begitu padat, bukan tidak mungkin Laura merasa kelelahan. Meski begitu dirinya tidak pernah mengeluh. “Kalau lihat anak-anak  sehat dan suami sukses, capeknya terbayar  dengan kumpul sama mereka.  Qualiti time dengan keluarga sudah  cukup buat saya,” kata wanita berhijab tersebut. (lin/hdi)

    Sumber ;  Jawa Pos(Radar Jember)
  Edisi      ;kamis 21 Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAILY DWI RAHMAWATI

TRI ERNI RAHAYUNINGSIH

LOVIKA AUGUSTA P